Dari Jawa Barat Hingga Panggung Internasional : Prof. I Made Joni, Dosen Unpad Masuk 2% Ilmuwan Dunia Berkat Riset dan Paten Nanoteknologi

Kecintaannya pada dunia nanoteknologi telah membawa Professor I Made Joni, seorang peneliti sekaligus dosen dari Universitas Padjadjaran (Unpad), menembus daftar bergengsi 2% ilmuwan paling berpengaruh di dunia (World's Top 2% Scientist) versi Stanford University dan Elsevier.
Atas kiprahnya, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyampaikan apresiasi tinggi. I Made Joni dinilai sebagai contoh nyata SDM unggul yang tidak hanya berprestasi akademik tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Penghargaan untuk Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi akademisi di seluruh Indonesia.
"Saya surprise dan juga bangga bisa mendapat penghargaan, dan sekaligus punya tanggung jawab juga untuk bisa support STEM,” ujar I Made Joni.
Menjahit Ilmu dan Manfaat Lewat Nanoteknologi
Capaian Profesor I Made Joni diraih berkat risetnya yang konsisten dan berdampak luas, terutama dalam bidang pengolahan dan sintesis nanoteknologi. Ia memandang teknologi nano sebagai bidang strategis yang menjembatani teknologi dasar dengan aplikasi lanjutan di berbagai sektor.
Deretan paten yang ia dan timnya hasilkan berfokus pada penghubungan sains dasar dengan aplikasi nyata yang berdampak bagi masyarakat dan industri. Inovasinya merentang di berbagai bidang, menunjukkan daya guna nanoteknologi yang luas:
· Ketahanan Energi: Pembuatan baterai aluminium-air.
· Kesehatan Lingkungan: Dispersi silika nano untuk cat antibakteri dan self-cleaning.
· Pengolahan Air: Generator mikronano bubble (FIBUTECH).
· Kesehatan Medis: Pengembangan material nano magnetik Fe3O4 yang bersifat superparamagnetik. Material ini dapat digunakan untuk menghantarkan obat sekaligus menghasilkan citra medis (Magnetic Particles Imaging/MPI). Material ini bahkan telah dimanfaatkan untuk ekstraksi DNA-RNA selama pandemi Covid-19 dan kini bisa diproduksi di dalam negeri.
· Pertanian: Pupuk berbasis silika (SiO2) yang berfungsi memperkuat batang padi agar tidak mudah rebah, diaplikasikan melalui daun agar lebih cepat terserap.
Menurut Ketua Pusat Unggulan IPTEKS Functional Nano Powder Unpad tersebut, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa. Namun, untuk mengoptimalkannya, bangsa ini harus menguasai "teknologi tengah"—proses mengubah bahan mentah menjadi produk bernilai tambah.
“Tugas kita itu mentransformasi ini menjadi sesuatu teknologi yang bisa mensejahterakan, bukan hanya satu industri tapi berbagai sektor,” jelasnya.
Ia juga melihat peran besar nanoteknologi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam menjawab isu strategis seperti energi, pangan, kesehatan, dan lingkungan.
Perjalanan akademik I Made Joni dimulai dari latar belakang fisika teoretis. Ia meraih gelar Sarjana Fisika (S.Si.) di Unpad pada tahun 1998, Magister Fisika (M.Sc.) di Jawaharlal Nehru University, India, pada tahun 2000, dan gelar Doktor Engineering di Hiroshima University, Jepang, pada tahun 2011.
Bergabung sebagai dosen di Departemen Fisika Unpad sejak 2001 dan dipromosikan menjadi Guru Besar pada 2016, ia mengaku telah menggeser fokusnya dari teori ke bidang yang lebih aplikatif. Motivasi utamanya adalah semangat menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi (mengajar, meneliti, dan mengabdi). “Untuk bisa mengajar dengan baik, kita harus meneliti. Karena ilmu akan mendalam kalau kita teliti. Untuk bisa memberikan dampak ke masyarakat, kita juga harus riset apa yang mau dihilirkan. Siklus tiga ini saling berkaitan,” tegasnya.
Kepada para peneliti muda, I Made Joni berpesan agar selalu bekerja dengan paradigma strategis, bukan pragmatis. Ia menekankan bahwa kesuksesan datang dari proses panjang dan konsisten, mengutip filosofi Jepang 'kaizen', yaitu melakukan perbaikan bertahap setiap hari.
“Jangan langsung menaruh sesuatu yang besar, lakukan step by step. Kalau strategis, artinya kita berpikir objektif apa yang harus saya kerjakan untuk hal strategis apa,” tuturnya.


The subject of learning through imaginative preschool play feels more interesting when there is room for a reader to stop and ask their own questions. Inventing a story together gives children room to experiment with language and ideas. It gives me a more concrete starting point for thinking about imaginative preschool play. I can imagine different answers depending on the situation, so I would want to understand the context before drawing conclusions. How can adults support imaginative play without deciding every detail?
Considering making online counselling easier to approach, I keep coming back to the difference between knowing about an idea and putting it into practice. Knowing how a first conversation works can reduce uncertainty about asking for support. It gives me a more concrete starting point for thinking about online counselling information. A short discussion of an everyday example would make this easier for me to connect with, especially as someone still learning about the subject. What practical information should be available before someone books an online session?
Thinking about applying business training to everyday work, I find the smaller practical questions more interesting than a quick conclusion. A useful training exercise should connect a new idea with a situation people actually encounter. That is the kind of detail I would keep in mind while exploring practical business training. I do not have a settled view yet, but this seems like a good place to slow down and look more closely. How would you check whether a workshop changes behaviour after it ends?
I can see why making personal safety education age appropriate would invite discussion, since different people will bring different experiences to the same question. Clear language about boundaries makes an awkward subject easier to discuss respectfully. It also gives the phrase personal safety education a clearer meaning than a label on its own. I am more curious about the process than a polished result, because the steps in between are usually where questions appear. How can lessons about personal safety remain understandable at different ages?
When it comes to developing practical technical skills in Chodziez, I would rather understand one useful detail properly than rush through a long list of ideas. A practical task often reveals gaps that a written exercise leaves unnoticed. For me, that is a useful way into the broader subject of technical education in Chodziez. The part I would like to explore further is what happens when the idea meets a real situation with its own limitations. How would you connect workshop practice with the theory taught in class?