top of page

PSI Jawa Barat

Dari Jawa Barat Hingga Panggung Internasional : Prof. I Made Joni, Dosen Unpad Masuk 2% Ilmuwan Dunia Berkat Riset dan Paten Nanoteknologi

  • physicjabar
  • Oct 25
  • 2 min read
ree

Kecintaannya pada dunia nanoteknologi telah membawa Professor I Made Joni, seorang peneliti sekaligus dosen dari Universitas Padjadjaran (Unpad), menembus daftar bergengsi 2% ilmuwan paling berpengaruh di dunia (World's Top 2% Scientist) versi Stanford University dan Elsevier.

Atas kiprahnya, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyampaikan apresiasi tinggi. I Made Joni dinilai sebagai contoh nyata SDM unggul yang tidak hanya berprestasi akademik tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Penghargaan untuk Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi akademisi di seluruh Indonesia.

"Saya surprise dan juga bangga bisa mendapat penghargaan, dan sekaligus punya tanggung jawab juga untuk bisa support STEM,” ujar I Made Joni.


Menjahit Ilmu dan Manfaat Lewat Nanoteknologi

Capaian Profesor I Made Joni diraih berkat risetnya yang konsisten dan berdampak luas, terutama dalam bidang pengolahan dan sintesis nanoteknologi. Ia memandang teknologi nano sebagai bidang strategis yang menjembatani teknologi dasar dengan aplikasi lanjutan di berbagai sektor.

Deretan paten yang ia dan timnya hasilkan berfokus pada penghubungan sains dasar dengan aplikasi nyata yang berdampak bagi masyarakat dan industri. Inovasinya merentang di berbagai bidang, menunjukkan daya guna nanoteknologi yang luas:

·        Ketahanan Energi: Pembuatan baterai aluminium-air.

·        Kesehatan Lingkungan: Dispersi silika nano untuk cat antibakteri dan self-cleaning.

·        Pengolahan Air: Generator mikronano bubble (FIBUTECH).

·        Kesehatan Medis: Pengembangan material nano magnetik Fe3O4 yang bersifat superparamagnetik. Material ini dapat digunakan untuk menghantarkan obat sekaligus menghasilkan citra medis (Magnetic Particles Imaging/MPI). Material ini bahkan telah dimanfaatkan untuk ekstraksi DNA-RNA selama pandemi Covid-19 dan kini bisa diproduksi di dalam negeri.

·        Pertanian: Pupuk berbasis silika (SiO2) yang berfungsi memperkuat batang padi agar tidak mudah rebah, diaplikasikan melalui daun agar lebih cepat terserap.

Menurut Ketua Pusat Unggulan IPTEKS Functional Nano Powder Unpad tersebut, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa. Namun, untuk mengoptimalkannya, bangsa ini harus menguasai "teknologi tengah"—proses mengubah bahan mentah menjadi produk bernilai tambah.

“Tugas kita itu mentransformasi ini menjadi sesuatu teknologi yang bisa mensejahterakan, bukan hanya satu industri tapi berbagai sektor,” jelasnya.

Ia juga melihat peran besar nanoteknologi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam menjawab isu strategis seperti energi, pangan, kesehatan, dan lingkungan.

Perjalanan akademik I Made Joni dimulai dari latar belakang fisika teoretis. Ia meraih gelar Sarjana Fisika (S.Si.) di Unpad pada tahun 1998, Magister Fisika (M.Sc.) di Jawaharlal Nehru University, India, pada tahun 2000, dan gelar Doktor Engineering di Hiroshima University, Jepang, pada tahun 2011.

Bergabung sebagai dosen di Departemen Fisika Unpad sejak 2001 dan dipromosikan menjadi Guru Besar pada 2016, ia mengaku telah menggeser fokusnya dari teori ke bidang yang lebih aplikatif. Motivasi utamanya adalah semangat menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi (mengajar, meneliti, dan mengabdi). “Untuk bisa mengajar dengan baik, kita harus meneliti. Karena ilmu akan mendalam kalau kita teliti. Untuk bisa memberikan dampak ke masyarakat, kita juga harus riset apa yang mau dihilirkan. Siklus tiga ini saling berkaitan,” tegasnya.

Kepada para peneliti muda, I Made Joni berpesan agar selalu bekerja dengan paradigma strategis, bukan pragmatis. Ia menekankan bahwa kesuksesan datang dari proses panjang dan konsisten, mengutip filosofi Jepang 'kaizen', yaitu melakukan perbaikan bertahap setiap hari.

“Jangan langsung menaruh sesuatu yang besar, lakukan step by step. Kalau strategis, artinya kita berpikir objektif apa yang harus saya kerjakan untuk hal strategis apa,” tuturnya.


 
 
 

Comments


bottom of page